Image

Upaya pemerintah Provinsi Lampung dalam menangani insiden bencana alam di antaranya bencana gempa bumi dan tsunami dilakukan oleh berbagai pihak dengan menggelar gladi lapang. Kegiatan gladi lapang penanggulangan bencana tersebut, digelar di tepi pantai sebagai lokasi yang rawan terimbas dan berpotensi terkena bencana tsunami terutama di wilayah perairan Provinsi Lampung. Kegiatan yang digelar oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan simulasi kondisi bencana di antaranya gempa bumi dan tsunami.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Sena Adhi Witarta, kegiatan gladi lapang tersebut merupakan upaya untuk melihat kesiapan petugas dalam menanggulangi keadaan darurat bencana. Selain itu gladi lapang juga merupakan upaya pemerintah provinsi Lampung untuk menularkan kepada setiap kabupaten/kota melakukan penanganan bencana yang ada di setiap daerahnya masing-masing dengan kesiapsiagaan berbagai personil.

“Kegiatan untuk seluruh provinsi Lampung dilakukan oleh berbagai pihak di Pantai Sari Ringgung namun nantinya setiap daerah juga melakukan gladi lapang agar bisa mengetahui kesiapsiagaan personil BPBD dan personil lain dalam kondisi bencana,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Sena Adhi Witarta dalam kegiatan gladi lapang situasi bencana di Pantai Sari Ringgung, Rabu (28/12/2016).

Pelaksanaan gladi lapang penanggulangan bencana tersebut sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa wilayah Lampung menjadi salah satu wilayah yang memiliki daerah potensi bencana yang cukup banyak. Beberapa kawasan rawan tsunami di antaranya di wilayah Teluk Lampung, Teluk Semaka dan sepanjang pesisir Barat Lampung. Selain itu keberadaan sesar Semko juga memiliki potensi gelombang tsunami jika terjadi bencana gempa bumi. Berdasarkan data bahkan sebanyak 48 titik di Provinsi Lampung yang menghadap ke Samudera Hindia memiliki potensi tsunami yang cukup besar. Selain tsunami kejadian bencana lain yang ada di Lampung, menurut Sena Adhi Witarta, juga rawan bencana banjir, angin puting beliung, longsor, banjir, serta bencana lain. Selain petugas yang disiagakan, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan kewaspadaan dini dan selalu melihat kondisi pergantian cuaca yang terjadi.

Sementara itu dalam kegiatan simulasi bencana, kantor SAR Lampung yang menerjunkan personil juga memperagakan simulasi penanganan bencana. Denny Iryansah Mezzu dari kantor SAR Lampung yang bertugas sebagai koordinator evakuasi korban bencana bahkan bersama tim memperagakan proses evakuasi korban dari lokasi bencana hingga ke kendaraan rescue. Selain itu tim rescuer SAR juga memperagakan teknik collapsed structure search and rersue (CSSR) yaitu penyelamatan korban di ruang sempit dengan cara membongkar gedung yang runtuh karena gempa bumi.